Manusia selalu senang dengan berita-berita. berita korupsi menjadi obrolan hangat bapak-bapak di warung kopi, berita perceraian artis menguasai topik pembicaraan ibu-ibu di pasar,berita olahraga selalu diburu oleh penggila olahraga, bahkan, berita tentang kekasih di media sosial melalui statusnya, selalu dinanti oleh pemujanya. berita itu kadang bermanfaat untuk kehidupan kita, tapi tidak sedikit yang hanya dinikmati sekejap kemudian menjadi sampah.
Berita yang bertahan lama pasti berisi tentang cerita. cerita hebat penuh lika-liku. berita korupsi bukan hanya tentang uang yang dikorupsi, tapi cerita bagaimana dan berapa banyak dia mengambilnya. Berita bandar narkoba yang ditangkap polisi diikuti dengan cerita penangkapan hebat dan cepat dengan senjata laras panjang. Berita kekasih yang menulis status dengan kata-kata penuh cinta akan menjadi cerita indah bagi pemujanya.
Cerita hanya akan menjadi cerita lalu hilang ditelan masa, kecuali cerita itu ada unsur derita. yah,.cerita apapun itu. cerita peperangan antara Polisi vs TNI pun berawal dari derita keluarga dan teman seorang anggota TNI yang tewas ditembak. Cerita kesuksesan BNN berujung pada cerita baru tentang derita ibu seorang artis yang memperjuangkan keadilan untuk anaknya. Dan akhirnya, cerita derita tersebut menjadi berita.
Jadi, banyak berita hanya tentang cerita, juga tentang cerita derita, hanya sedikit tentang kebahagiaan. Apakah kita lupa saat bahagia atau tak mau berbagi kebahagiaan ?
Jadi, banyak berita hanya tentang cerita, juga tentang cerita derita, hanya sedikit tentang kebahagiaan. Apakah kita lupa saat bahagia atau tak mau berbagi kebahagiaan ?
So, apakah kita akan menjadi orang yang menyampaikan berita penuh cerita tentang derita ataukah menyembunyikan derita diantara cerita kita dalam berita kebahagiaan.?
Thats your choice
Kurang nih, saran aja: Berita, Cerita, Derita dan Bahagia
BalasHapus