Tahukah kamu saat pertama
kali kita berjumpa, aku ingin berkata
أَوَّلُ الْمَطَرِ الْقَطْرُ وَ أَوَّلُ
الْحُبِّ النَّظَرُ
Permulaan datangnya hujan tetesan,
sedangkan permulaan datangnya cinta adalah pandangan.
Walaupun jarak memisahkan
kita, ingatlah
إِنَّ التَّبَاعُدَ لَا يَضُرُّنَا إِذَا تَقَارَبَتِ
الْقُلُوْبَ
Sesungguhnya berjauhan itu
tidak akan membahayakan hubungan cinta kita, apabila hati kita selalu
berdekatan.
Kalau kau merindukanku,
bacalah
إِقْرَأْ رِسَالَتِيْ كَأَنَّكَ تَرَانِي فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَانِي
أَرَاكَ
Bacalah
suratku seakan-seakan kau melihatku, apabila kau tidak merasa melihatku maka
aku melihatmu.
Jangan pedulikan
orang-orang, bukankah
بَيْنَ الْمُحِبَّيْنِ سِرٌّ لَيْسَ يُفْشِيْهِ قَوْلٌ
وَلَا قَلَمٌ لِلْخَلْقِ يُحْكِيْهِ
Diantara
dua orang yang saling mencintai terdapat rahasia yang tidak dapat diungkapkan
dengan kata-kata dan tidak dapat ditulis menjadi cerita untuk orang lain.
Sungguh,
kita sangat beruntung karena
اَلْإِنْسَانُ بِلَا مَحَبَّةٍ كَاللَّيْلِ بِلَا نَجْمِ وَ الْمَحَبَّةُ بِلَا قَيْدٍ كَالْقَهْوَةِ
بِلَا سُكَّرٍ
Seseorang
yang hidup tanpa cinta seperti malam tanpa bintang, dan cinta tanpa ikatan
seperti kopi tanpa gula.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar