Minggu, 07 September 2014

Syair Cinta untukmu Duhai Kekasih (1)



Tahukah kamu saat pertama kali kita berjumpa, aku ingin berkata
أَوَّلُ الْمَطَرِ الْقَطْرُ وَ أَوَّلُ الْحُبِّ النَّظَرُ
Permulaan datangnya hujan tetesan, sedangkan permulaan datangnya cinta adalah pandangan.

Walaupun jarak memisahkan kita, ingatlah 
إِنَّ التَّبَاعُدَ لَا يَضُرُّنَا                    إِذَا تَقَارَبَتِ الْقُلُوْبَ
Sesungguhnya berjauhan itu tidak akan membahayakan hubungan cinta kita, apabila hati kita selalu berdekatan.

Kalau kau merindukanku, bacalah
إِقْرَأْ رِسَالَتِيْ كَأَنَّكَ تَرَانِي               فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَانِي أَرَاكَ
       Bacalah suratku seakan-seakan kau melihatku, apabila kau tidak merasa melihatku maka aku melihatmu.

          Jangan pedulikan orang-orang, bukankah
بَيْنَ الْمُحِبَّيْنِ سِرٌّ لَيْسَ يُفْشِيْهِ            قَوْلٌ وَلَا قَلَمٌ لِلْخَلْقِ يُحْكِيْهِ
       Diantara dua orang yang saling mencintai terdapat rahasia yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata dan tidak dapat ditulis menjadi cerita untuk orang lain.
      
       Sungguh, kita sangat beruntung karena
اَلْإِنْسَانُ بِلَا مَحَبَّةٍ كَاللَّيْلِ بِلَا نَجْمِ       وَ الْمَحَبَّةُ بِلَا قَيْدٍ كَالْقَهْوَةِ بِلَا سُكَّرٍ
       Seseorang yang hidup tanpa cinta seperti malam tanpa bintang, dan cinta tanpa ikatan seperti kopi tanpa gula.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar